Tatkala aku berdiri dilantai tiga Masjidil Haram beberapa tahun yang lalu, memakai pakaian ihram yang tanpa jahitan dan tanpa pakaian dalam sama sekali, aku merasakan ketelanjangan yang hakiki .Dan memandang kebawah, melihat orang-orang yang lagi tawaf mengelilingi Kabah.Sama seperti aku berpakaian ihram tanpa jahitan juga.
Terlintas dilubuk hatiku yang paling dalam : “Duh, betapa kecilnya aku dibandingkan besarnya kekuasaanMu ya Allah - Sang Pemilik Alam. Dibawah sana tak perduli seorang raja, atau presiden sekali pun, apatah lagi seorang manajer cabang sebuah BUMN seperti aku, berputar-putar dengan pakaian yang sama mengelilingi Kabah.Mengapa mesti ada kesombongan diantara kita?” Air mataku meleleh, menetes dari kedua sudut mataku, menyadari semua kesalahan-kesalahanku dimasa lalu. “Ya Rabb, ampuni aku .Dipintu rumahMu aku bersujud mohonkan keampunanMu atas keangkuhan diriku dibalik baju jabatan yang tidak seberapa ini.Hapuskan kesombongan dari dalam diriku ya Allah, sepulangnya aku dari rumahMu ini.”
Oleh: Zulkifli Syam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar